Fish

Minggu, 21 November 2010

PEWARISAN BUDAYA

t-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-fareast-
PEWARISAN BUDAYA

  PENGERTIAN PEWARISAN BUDAYA

Merupakan suatu proses peralihan nilai-nilai dan norma-norma yang dilakukan dan diberikan melalui pembelajaran oleh generasi tua ke generasi yang muda

Contoh – contoh yang menyebabkan pewarisan budaya muncul..
Sosialisasi pertama seorang anak adalah bersama ibunya sosialisasi antar masyarakat

  TUJUAN PEWARISAN BUDAYA
1. Pengenalan nilai, norma, dan adat istiadat dalam hidup.
2. Terciptanya keadaan yang tertib,tentram harmonis dalam masyarakat.
3. Usia manusia terbatas

  PROSES PEWARISAN BUDAYA
  • Internalisasi
Proses yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu mulai dari lahir hingga akhit hayat nya. Sepanjang hayat nya seseorang terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat nafsu, dan emosi kemudian menjadi sebuah kepribadian.
  • Sosialisasi
Proses seorang individu belajar berinteraksi dengan sesamanya dalam suatu masyarakat menurut sistem nilai, norma, dan adat istiadat yang mengatur masyarakat yang bersangkutan.
  • Enkulturasi
Proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap adat, sistem norma, serta semua aturan yang ada di dalam kebudayaan suatu masyarakat.

SARANA PROSES PEWARISAN BUDAYA PADA MASYARAKAT SECARA TRADISIONAL

·      Keluarga
Yaitu sebagai media perubahan budaya yang pertama dan utama, Karena keluarga sebagai sumber pertama kali belajar atau agen sosialisasi primer.
Fungsi keluarga:
1. Reproduksi.
2. Ekonomi.
3. Edukatif
4. Afektif atau sikap.
5. Perlindungan.
6. Religi.
Contoh nya:
seorang anak yang mendapatkan hak nya, ia akan belajar dari hal itu untuk bertindak adil.
Anak sering melihat orang tuanya mengaji dan beribadah di rumah sehingga anak akan menirunya.
Melalui dongeng-dongeng

  Masyarakat
Terjadi melalui proses sosialisasi, dimana anggota masyarakat belajar tentang adat, nilai, dan norma yang berlaku.
Salah satu bentuk yang paling penting yaitu lingkungan teman sepermainan.
contoh : Bicara sopan pada orang yang lebih tua, dilarang meludah sembarangan

Menurut C.H. Colley
Proses kesadaran dalam masyarakat berlangsung melalui tiga fase :
Individu ( anak ) mulai menyadari bahwa orang lain mempunyai pandangan terhadap dirinya sebagai suatu pribadi.
Bahwa pandangan orang lain yang disertai dengan penilaian, pujian, kecaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Menyadarkan individu terhadap penilaian orang lain kepada dirinya bahwa ada yang bersifat positif serta negatif.
Kerja bakti
Diantara masyarakat
Teman sepermainan
juga merupakan
sarana pewarisan budaya

  Lembaga Adat
Masyarakat selalu identik dengan adat.
tiap orang terikat pada aturan adat yang dimiliki oleh lembaga adat apabila dilanggar akan mendapatkan sanksi sosial.
lembaga adat sebagai tempat pewarisan kebudayaan mengajarkan betapa pentingnya menjaga kelestarian adat, agar generasi muda tidak melupakan begitu saja.
Peran lembaga adat dalam pewarisan budaya adalah mensosialisasikan norma dan adat yang berlaku dalam masyarakat.

Contoh : Kampung Naga  merupakan suatu kampung yang mewarisi budaya leluhur melalui lembaga adat.

  Lembaga Agama
sebagai sumber utama nilai dan norma. Lembaga agama memberikan legitimasi adikodrati terhadap nilai dan norma yang berlaku
Misalnya : Pondok pesantren seorang santri diwajibkan mengamalkan perbuatan-perbuatan baik.

  Sarana pewarisan budaya pada masyarakat secara modern

·      Sekolah / Pendidikan
Disekolah terdapat suatu pembelajaran secara sistematis terhadap individu.
Dalam pewarisan budaya, sekolah memiliki fungsi sebagai berikut :
1.      Memperkenalkan, memelihara dan mengembangkan unsure-unsur budaya
2.      Mengembangkan kekuatan penalaran
3.      Memperkuat kepribadian dan budi pekerti
4.      Menumbuhkembangkan semangat kebangsaan
5.      Menumbuhkan manusia pembangunan

·      Media masa
melalui media masa, setiap individu dapat memperoleh informasi dan pengetahuan. Melalui media masa juga, cakrawala berfikir masyarakat dapat dikembangkan dan diperluas dalam suatu proses pewarisan budaya.
media masa mencakup media cetak maupun elektronik.
contohnya : buku, koran, majalah, tabloid, televisi, radio, serta internet.

Dampak positif dan negative pengaruh budaya asing dalam pewarisan budaya

  1. Dampak positif dari pengaruh asing terhadap Budaya kita, akibat perkembangan media massa dan tekhnologi :

Mempercepat proses perkembangan pembangunan karena masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, baik dalam bidang telekomunikasi dan elektronik maupun dalam bidang lainnya.
Memperluas cakrawala berpikir dan berwawasan luas sehingga menjadikan manusia indonesia sebagai pelopor pembaruan dan perintis pembangunan.

  1. Adapun dampak negatif dari budaya budaya asing yang masuk melalui sarana pewarisan budaya media massa, adalah sebagai berikut :

a.  Terjadinya goncangan atau cultural shock sehingga ada individu yang tidak siap dalam   menerima perubahan – perubahan yang terjadi. Akibat nya mereka jadi tertinggal dan frustasi.
      b. terjadi ketimpangan budaya atau cultural lag. Disebabkan budaya asing yang masuk tidak serempak
c. Pergeseran nilai- nilai budaya yang mengakibatkan anomi. Pewarisan budaya yang begitu cepat sehingga tidak disertai perubahan di bidang nilai budaya dan keagamaan.

·           Bidang politik
Dalam hal ini, pewarisan budaya dilakukan melalui lembaga pemerintahan. Lembaga ini, berada pada tiap-tiap tingkat kehidupan masyarakat. Ada pemerintah pusat dan daerah yang meliputi kelurahan, rukun warga, rukun tetangga, dan lain-lain.
Peran warga dalam bidang politik disalurkan melalui kelembagaan partai-partai politik.

Fungsi lembaga politik
mengawasi, menyusun, menerapkan hukum-hukum negara dan menyelenggarakan serta mengawasi perundang-undangan dan lain-lain.
Untuk menyelenggarakan sistem pemerintahan yang demokratis.
Kesadaran berbangsa dan bernegara akan tumbuh dalam bentuk patriotisme, bela negara, dan cinta tanah air.

·           Organisasi atau kelompok sosial.
yaitu pengelompokan orang-orang yang disebutkan oleh C.H. HOLLEY sebagai “secondary group atau kelompok sekunder. “.
Kelompok ini dibentuk secara terorganisir untuk mencapai kepentingan tertentu dalam kehidupan masyarakat..
Baik meliputi bidang keagamaan, pendidikan, politik pemerintahan, dan sebagainya.
perkumpulan yang ada dimasyarakat asalkan bersifat positif

· Bidang Perekonomian.
1.    Bidang produksi yaitu usaha-usaha menghasilkan kebutuhan-kebutuhan ekonomi melalui usaha pertanian, perikanan, peternakan dan perindustrian
2.    Bidang konsumsi yaitu usaha-usaha yang secara langsung dinikmati warga masyarakat sebagai konsumen, terutama kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.
3.    Bidang distribusi yaitu usaha-usaha untuk menyebarluaskan hasil-hasil produksi melalui distribusi perdagangan atau perniagaan


1 komentar: